Gw nulis judul diatas, gara-gara tiba-tiba inget iklan KB nya Shiren Sungkar tapi versi si Gunyu... jangan lahir rapat-rapat, jangan hamil cepat-cepat... Gw paham sih, kalo lahir cepat-cepat emang ngga boleh, tapi hamil rapat-rapat? Bisa gitu?
Dalam sebuah perbincangan hangat gw bareng sama temen-temen satu mentor gw, gw pernah cerita soal rencana hidup. Gw harus lulus tepat waktu, trus gw pengen nikah umur 22 tahun. Gw pengen punya anak banyak, makanya gw pengen nikah muda. Dan mereka bilang, pikiran gw terlalu jauh... udah mikir soal nikah.
Iya kah? Kalo aku mikir, malah ngga lho... Lah, boro-boro yang gw yang udah 18 taun, lah gw pernah bareng sama anak 2 anak SD cewe sama cowo... jadi gini..ceritanya,
cewe: Pah, BB mu ganti lagi ya?
gw: *masi ngga ngeh... emang gw peduli gitu sama obrolan anak SD*
cowo: ngga Ma... BB papa ngga ganti kok,,, ini punya ayah soalnya BB papa lagi rusak..
gw: *mulai mikir apa yang aneh*
dan kedua anak SD yang kayaknya kalo menurut prediksi gw sekitar kelas 3 SD, duduk berdampingan, gandengan tangan dan saling manggil papa-mama. WUOOOOO~~ gw langsung pengen teriak, "DUNIA TIDAK ADIILLL!!!" gw yang udah kuliah aja ga punya pacar (waktu itu), ga punya BB dan ga pernah gandengan tangan semesra itu... gyaaaaa~~
Jadi, gw kira, gw ngga mikir terlalu jauh kan kalo gw udah bikin plan sampe ke jenjang pernikahan, punya anak, punya cucu dsb... iya kan?
Ngomong-ngomong soal fenomena nikah muda, gw jadi penasaran, faktor apa sih yang bikin orang pengen nikah muda?
Dulu, gw sekolah di SMP yang tempatnya super pelosooookkk~ dan sangat mewah (mepet sawah). Disitu, sebenernya banyak siswa yang berpotensi dan cerdasnya luar biasa. Sayangnya, kondisi sosial dimana mereka tinggal kayaknya menomor sekiankan soal pendidikan. Jadi, banyak temen gw, yang cerdas itu, pendidikannya cuma sebatas SMP ato kurang dari itu. (Makanya, SMP gw berasa kayak SMK soalnya udah ada pembekalan kayak masak, service elektronik, TIK). Begitu ngga sekolah biasanya mereka langsung kerja, entah merantau ke kota atau tetep disitu kerja dipasar. Kalo udah gitu, biasanya... merek ajuga bakal nikah muda (terutama yang cewek). Makanya, gw belum lulus SMA, ponakan gw udah banyaaaak dari temen-temen gw. Sial.
Begitu gw SMA, SMA gw ada ditempat yang lumayan lah ya.. Ngga pelosok banget. Salah satu SMA favorit juga. Nah, kalo yang disini, sekalinya ada yang nikah muda, biasanya gara-gara kebobolan duluan. Tapi jumlahnya ngga sedramatis temen-temen gw SMP yang nikah gara-gara alasan yang pertama tadi. Mungkin, nikah muda gara-gara kebobolah emang salah banget. Tapi gw tetep salut sama temen gw itu. Soalnya, menurut gw, mereka yang 'bener' diantara yang salah. Banyak temen gw yang udah pernah melakukan "itu", hamil, trus aborsi. Jadi, bagi gw, temen gw yang kebobolan trus nikah, paling ngga dia (dan pasangannya) lebih bertanggung jawab daripada temen gw yang ngga nikah. Toh?
Dan begitu gw kuliah, tempat gw kuliah lebih kota lagi dan lebih favorit lagi (ah...kualitas pendidikan gw meningkat rupanya)... temen-temen gw adalah type orang yang "Gw ngga mau nikah, soalnya ngerepotin." atau yang "Gw mau nikah umur 30 an dah paling ngga." atau "Kerja... kerja... kaya...kaya... nikah mah, ntar aja."
Jadi, gw mikir, faktornya, ekonomi, pendidikan, pergaulan, masyarakat dan... pola pikir.
Gw ada di nilai menengah sampe menengah keatas dari semua faktor yang gw sebutin diatas. Tapi, tetep aja gw pengen nikah muda. Kenapa? Soalnya, kalo misalnya, gw kelamaan pacaran (bukan berarti lama gw pacaran sama satu orang, tapi lama gw punya kesempatan pacaran), dosa gw bakal makin banyaaak. Nak, kalo gw nikah muda, palling ngga... gw bisa menyalurkan kemesuman gw tanpa dosa *plakkk*.
Gw jadi inget, temen deket gw ada yang baru aja nikah. Ada juga yang baru mau nikah. Gw seneng sih, tapi gw juga sedih... kalo mereka nikah, lah, trus gw maen sama siapaaa? Tapi gapapa sih, asalkan mereka bahagia aja :3
Gw jadi pengen bilang ke Yuki, "Sayang, ayo kita nikaaaaaahhh~" tapi gw sama dia masi sama-sama kuliah~ lagian, kalo gw pikir-pikir lagi, apa gw siap nikah muda? Apa gw yakin sama pilihan gw kelak, siapapun itu? Apa gw siap buat kehilangan temen-temen maen gw yang pasti gw yakin bakal ada jarak segedhe bagong diantara gw sama temen-temen gw begitu kita berkeluarga nanti. Ga ada lagi fanservice-an.
Gw baru 18 tahun, dan gw punya waktu 3 tahun, sebelum umur gw 22 tahun, kaya target gw... gw punya 3 tahun buat mikir, dan nyari jodoh gw (kalo misalnya aku ga jodoh sama kamu, Yu~ tapi mudah-mudahan sih jodoh), dan mempertimbangkan lagi.
Inti dari post ini adalah, hweee~~jangan pada nikah muda dongg~~gw ntar maen sama siapa ini TT___TT
*egois.co.jp*
Gimana pendapat kalian? :3
Tampilkan postingan dengan label akai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akai. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Juni 2012
Jumat, 01 Juni 2012
voice
Hiroki menepuk-nepuk roknya
mengikuti irama lagu yang mengalun dari ipod nya sambil mengikuti Hiroto menuju
ruang music di rumah Amano bersaudara. Rumah ini tampak cukup terawat mengingat
hanya ada Tora, Shou dan adik mereka, Akai di rumah ini sejak kedua orang tua
mereka menghilang dua tahun yang lalu.
“Kai, kau ikut latihan? Tumben…”
sapa Hiroki sambil duduk di sebelah Akai.
“Dia sedang dihukum…” jelas Shou
sambil menepuk-nepuk mic nya.
“Biarkan aku di kamarku!” kata Akai
merajuk sambil menatap kakaknya yang lain, Tora, meminta dukungan. “Aku… mau
belajar.”
Shou menggeleng tegas. “Kalau kau
dibiarkan lepas sedikit saja dari pandangan, kau pasti kabur dengan si Masahito
itu!” kata Shou sambil menyerahkan mic ke Hiroki. “Dan lagipula, sejak kapan
kau belajar?” sindir Shou tajam. “Ayo mulai latihannya.”
Hiroki menatap Akai dengan
pandangan maaf-ya-aku-tidak-bisa-berbuat-apapun-tapi-semangat-lah sebelum
akhirnya perhatiannya teralih ke kertas yang berisi lirik lagu yang mereka
mainkan dan… Shou. Dari sekian banyak hal, mungkin hanya Shou lah satu-satunya
alasan yang membuatnya cukup bangga dengan suaranya yang sepert pria. Tapi, tak
apalah… selama itu bisa membantu Shou.
Hiroki ingat, tiga tahun lalu,
ketika dia masih duduk di kelas 2 SMP…
“Ini
rumahnya?” tanya Hiroki pada saudara kembarnya, Hiroto, sambil menatap rumah
yang cukup besar itu.
Hiroto
mengangguk. “Kau yang serahkan,” katanya sambil menyorongkan bungkusan besar
berbentuk hati pada Hiroki.
“Kenapa
aku?”
“Karena
aku malu…”
“Tapi
kau pria! Lagipula, untuk apa kau malu pada kohaimu sendiri?”
“Aku
takut dia menolakku…”
“Kau
kembaranku dan kau hebat, dia pasti suka,” kata Hiroki walaupun dia kurang
yakin bukan karena Hiroto jelek atau bagaimana, tapi karena Hiroki bahkan belum
pernah bertemu dengan gadis yang sedang menjadi pujaan hati kembarannya
sekalipun Hiroto hampir selalu menyebut nama Akai disetiap pembicaraan.
“Tapi…”
“Maju
atau aku tinggal pulang!”
“Eeeehhhhh!!!”
“Err…
Hiro-senpai? Sedang apa disitu?” sapa seorang gadis dibelakang mereka. Gadis dan
pria disebelahnya tampak menenteng banyak belanjaan.
“A…
A…” Hiroto tergagap sambil menyikut Hiroki untuk membantunya, tetapi Hiroki
terlalu terpana dengan pria disebelah Akai.
“Mabushiii…”
gumam Hiroki memberi komentar.
“Ah,
ini pasti Hiroki-senpai? Yak an?” tanya Akai sambil menyapa Hiroki. “Ah, iya,
Hiro-senpai, ini kakakku… Shou… ayo masuk, lebih baik kalian berdua berdebat di
dalam saja daripada disini.”ujar Akai sambil menyeringai.
Hiroki ingat, saat itu juga pertemuan
pertamanya dengan Tora, Saga dan Nao. Hingga akhirnya, mereka bisa membentuk
band dengan Hiroki sebagai vokalisnya. Tetapi, suara Hiroki yang sangat mirip
pria menjadi sumber masalah mereka hingga akhirnya… Shou lah yang ditunjuk
menjadi vokalis sekalipun suara Shou nyaris tidak terdengar karena radang
tenggorokan yang pernah dia derita sewaktu kecil. Jalan terakhir yang diambil…
lip sync.
***
Masahito Byou meniup tengkuk Hiroki
yang tengah berdiri di depan pintu kelas sambil menunggu Hiroto kembali dari
kantin. Datang bulan membuatnya merasa mudah lelah bahakan untuk sekedar
berjalan ke kantin membeli makan siang.
“Bilang pada saudaramu, aku pamit
pulang. Kalau ada sensei yang bertanya bilang saja aku sakit,” kata Byou sambil
membenarkan letak tasnya.
Hiroki mengangkat sebelah alisnya. “Kau
bahkan tampak sangat sehat. Mau kemana kau?”
Byou mengerling misterius. “Sakit
cinta dan bukan urusanmu aku mau kemana, tugasmu cukup bilang pesanku ke bapak
ketua kelas kita. Oke? Jya neee.”
“Aku bukan babumu!” seru Hiroki
sebal sambil menatap punggung Byou yang mulai menjauh.
***
Akai melirik ke jam dinding kamar
Byou, perasaan bersalah dan tidak enak mulai berkecamuk di dalam hatinya.
Salahkah semua yang dia lakukan ini? Kedua kakaknya mungkin akan mengamuk kalau
tau… apa lagi shou-nii.
“Kenapa kau sayang? Ada yang kau
pikirkan?” tanya Byou sambil mencium leher Akai dan menggengdongnya ke
pangkuan.
Akai menggeleng perlahan.
“Kau tau… aku belum pernah merasa
seperti ini sebelumnya,” kata Byou lalau mencium bibir Akai. “Bibirmu lembut…”
Akai tersenyum sambil menjatuhkan
kepalanya ke pundah Byou, membiarkan tangan hangat Byou mendekapnya lebih erat.
“Aku ingin kita bisa bersatu…”
gumam Byou memejamkan mata. “Mereka tidak berhak melarang cinta kita…”
“Aku tau…”
“Aku sayang kamu…”
“Aku juga…”
“Maukah kau denganku terus?”
“Ya…”gumam Akai sebelum dia
merasakan sentuhan dingin menusuk perutnya.
“Kita akan bersatu… dikehidupan
setelah ini sayang…”
***
“Hiroki! Ah, aku mencarimu
kemana-mana…” kata Shou sambil menghampiri Hiroki dengan wajah sumringah. “Aku
butuh waktumu sebentar…”
“Ah, aku pulang dulu kalau gitu,”
kata Hiroto sambil mengerling gaje ke arah saudara kembarnya. “Semoga
beruntung,” bisik Hiroto sambil tersenyum penuh arti. Paling tidak, bila
hubungan Hiroki dengan Shou berhasil, itu cukup untuk menutupi kegagalan Hiroto
mendapatkan Akai dulu.
“Kenapa Shou senpai?” tanya Hiroki
berusaha keras menghilangkan persaan groginya.
“Aku ingin mengajakmu kesuatu
tempat dan kau harus menyanyikan lagu ini untukku,” kata Shou sambil
menyerahkan lirik lagu 4U ke Hiroki.
“A… aku? Buat apa?” tanya Hiroki.
Ya Tuhan, jangan bilang dka ingin menyatakan perasaannya padaku.
“Kau akan tahu nanti malam…”
***
Saga menunggu sambil mengawasi
apartemen pencakar langit yang terletak di tengah kota tempatnya melihat Akai
masuk bersama seorang lelaki. Saga tau, jam segini seharusnya Akai masih berada
di sekolah, bukan di tempat seperti ini. Apa yang dia lakukan? Mungkin Tora
terlalu sibuk untuk menyambung hidupnya dan kedua adiknya sedangkan Shou
mungkin terlalu protektif sejak orantua mereka menghilang. Tapi, itu bukan alasan
yang tepat untuk melakukan hal yang menyimpang.
Seragam Wendy’s tempatnya bekerja
sambilan mash melekat di badan kurusnya. Kalau bukan karena perasaannya pada
Akai, mungkin dia tidak akan repot-repot minginggalkan shiftnya hanya untuk
mengintai berjam-jam seperti ini. Baginya, Akai sudah seperti adik perempuannya
sendiri apalagi, dia anak satu-satunya. Tapi, perasaannya mungkin bisa salah…
***
“Bersembunyilah disitu, dan
bernyanyilah ikutin aba-abaku…” kata Shou sambil menunjuk serumpun perdu di
halaman rumah mungil ini.
“Baiklah,” kata Hiroki menurut
sambil bertanya-tanya dalam hati, rumah siapakah ini? Tapi, apa pedulinya? Toh,
tugansya hanya bernyanyi, tidak lebih. Lagipula, demi Shou…
hoshikuzu
minamo ni ukabe
koko
de wa nai doko ka e to
kogidasu
tsuki no umi
nanbanchi
ka wakaranai keredo
omoi,
kogareteku…anata e
kimi
no tameni ima naniga dekiru?
chiisana
hikari datoshitatte
ima
boku ga kanjiteiru youna
yasashi sa
kimi ni mo agetaiyo
tadayou
inochi no hoshi de
deai
wa hitsuzen datta
wake
nado mitsukaranai
kimi
o aisuru kanjou ni wa
yuukyuu
no toki koe…anata e
dakishimeta
netsu wa samenai mama
hitomi
ga kimi o motometeru
kaketa
tsuki o tsunagi awaseruyo
kokoro ga
hitotsu ni natte yuku
kanashii
nara naite
ureshii
nara emi wo hitori janai
arigatou…
kimi
ga itakara aruite koreta
chiisana
hikari dato shitatte
hanaretetemo
shinjiteku koto no
tsuyosa
o oshiete kureta ne
kanashiikara
naite
ureshiikara
emi o
onaji
michi de zutto kanadete ikou
“Aku sayang kamuuu!!!!!!” teriak
Shou.
“Aku juga…” kata Hiroki lirih
saking shock dan bahagianya suaranya tiba-tiba menghilang.
“Aku mau kamu jadi milikku!!!”
“Aku….” Hiroki mendongak dan baru
tersadar, dia tidak hanya berdua saja dengan Shou, tapi ada satu gadis lagi di
depan mereka.
“I love you,” ulang Shou sambil
menatap gadis itu mesra.
Hiroki ternganga, dia baru
menyadari, betapa bodohnya dia. Kenapa dia bisa mengira Shou menyatakan itu
untuknya? Bodoh! Perlahan, Hiroki memilih pergi dari situ tanpa menimbulkan
suara.
“Semoga kau bahagia Shou-senpai…”
katanya sambil menahan tangis.
***
Tora berjalan mondar-mandir di
depan rumahnya dengan gusar. Ekspresinya saat itu benar-benar seperti macan
yang siap mengamuk, menerkam siapa saja yang mengganggu. Baru kali ini, dia
pulang malam dan mendapati rumahnya masih kosong tanpa ada pemberitahuan
terlebih dahulu baik dari Akai ataupun Shou.
“Kemana mereka berdua?” gumam Tora
geram sambil mencoba menghubungi kedua adiknya. Tapi hasilnya nihil. Mereka berdua
tidak mengangkat telepon dari Tora. Wajar saja Tora was-was, hilangnya kedua
orangtuanya menimbulkan trauma yang cukup parah apalagi, kedua adiknya sekarang
menjadi tanggung jawabnya penuh.
“Tadaima…” gumam Shou lesu dengan
muka sendu sambil membuka gerbang. “Ah, Tora-nii kau belum masuk?!”
“BAKA! KEMANA SAJA KALIAN SEHARIAN
INI?!” bentak Tora penuh amarah.
“A… aku…”
“Mana Akai?”
Shou menatap Tora dengan tatapan
heran sekaligus takut. “Bukannya dia sudah pulang?”
“PULANG KEMANA? RUMAH INI KOSONG!!!”
Shou menganga lalu menepuk
jidatnya. “Mati aku…”
***
“Sudahlah… banyak pria di dunia
ini,” kata Hiroto sambil mengulurkan tissue ke Hiroki yang menangis
sesunggukan. “Sepertinya Amano bersaudara memang memiliki gen mematahkan hati
bagi keluarga kita ya?”
“Jangan samakan aku denganmu Pon!”
bentak Hiroki sambil memungut HP nya yang berbunyi.
“Siapa? Kenapa tak kau angkat?”
“Shou senpai, biarkan saja.”
Hiroto menggelengkan kepala sambil
berdecak. Lalu merogoh sakunya mengambil HP nya yang berbunyi. “Ah, dia
meneleponku juga rupanya…”
“Abaikan saja… ah, kenapa kau
angkat pon!” seru Hiroki gemas, merasa saudara kembarnya tidak merasakan
perasaan yang sama dengannya.
“Ah? Tidak. Aku tidak tahu. Kenapa?
Oh, iya… baiklah…”
“Kenapa?”
“Kau ini… kau tidak mau mengangkat
teleponnya, tetapi kau mau tau apa yang dia bicarakan,” ejek Hiroki sambil
menghindar dari pukulan Hiroki.
“Aku serius!”
“Dis tanya, apa Akai disini. Dia belum
pulang.”
“Akai?”
“Iya… aku tebak, mungkin saat ini
dia sedang melarikan diri dengan si Masahito itu. Aku heran, apa sih yang dia
lihat dari cowok berandal itu? Oke, dia memang sedikit lebih tampan dariku,
giginya lebih rata dariku, dan dia lebih tinggi dariku, lebih kaya, lebih… oh
shit! Oke, paling tidak aku lebih baik dan lebih pintar darinya, iya kan?”tanya
Hiroto meminta dukungan.
“Bisa jadi…” gumam Hiroki mengambil
hp nya. “Halo, aku mungkin tau dimana dia…”
***
Saga mengatur nafas sambil
menguatkan tekadnya. Pintu itu tidak terlalu kuat untuk sekedar dibuka paksa
dengan satu dua tendangan hasil latihan tae kwon do nya dari kecil. Masalahnya,
snaggupkah dia menahan semua masalah yang timbul setelah itu?
Tapi… Saga sudah tidak bisa menahan
kesabarannya setelah 10 jam menunggu diluar, apalagi, jam 11 malam adalah waktu
yang terlalu larut bagi wanita di dalam apartemen pria tanpa melakukan apapun.
Terlebih lagi… ada sedikit rasa
tidak rela…
“Yosh! Ganbatte Saga-kun!
HIYAAAAAAA~~~”
BRUAK!!!
***
Bersambung
Sabtu, 28 April 2012
Apa yang Terjadi Kalo Gw Denger Lagu Semua Tentang Kita
Gw ga tau kenapa, tapi akhir-akhir ini gw lagi demen banget belajar main gitar. Mungkin, gw baru sadar, ada kesamaan antara gw sama si gitar ini dari sisi body *Digampar*. Ngga... gw dari dulu pengen banget bisa make alat musik, dan satu-satunya yang gw bisa dari jaman SD sampe SMA cuma recorder a.k.a suling plastik. Please dah... gw ga boong, pas SMA kesenian gw dapetnya recorder dan itu gabut sangat.
Dan lagu pertama yang gw pelajari adalah... Peterpan-Semua tentang kita. Jujur aja, sebenernya ini bukan lagu yang pengen gw bisa kalaupun gw belajar main musik, soalnya tiap denger lagu ini, gw bisa mewek, tapi apa daya... si mpok Nida yang ngajarin gw ngasi kurikulum begitu. Padahal tiap denger lagu ini, gw jadi keinget sohib-sohib gw, keluarga gw, pacar gw, masa depan gw...dan tugas gw.
Gw punya banyak banget sohib, efek dari kebiasaan gw yang kayak manusia purba: idup nomaden dan hobby ngebolang. Tapi, yang gw pengen banget ada disini sekarang, cuma anak-anak Cherish sama sohib gw di Jogja.
Mega yang banyak bego nya daripada benernya. Gw ga ngerti kenapa ada orang kayak dia. Dia sekarang kuliah di Unnes dan nyasar masuk Pendidikan Ekonomi gara-gara gw. Dia minta gw ngisi pilihan penjurusan di tes SNMPTN, ya gw isi ngawur kan...eh, malah keterima =___=a Bukan salah ibu mengandung.
Novi yang sekarang kuliah jurusan dukun...bayi. Kadang, ada masa dimana gw males buka beranda FB gara-gara satu halaman penuh, dari atas sampe bawah isinya status dia semua. Gw pernah mikir, jangan-jangan smeua temen gw ngeremove gw dan cuma nyisain dia doang. ternyata...
Rina si J-rockstar dan pecinta visual kei, teman sealiran. Gw nget tuh, dia keracunan visual kei gara-gara gw juga. Gw tau dia suka j-rocks waktu upacara, dia berdiri di sebelah gw dan nyanyi lagunya j-rocks yang ga begitu terkenal kecuali lo punya albumnya. gw mikir, kalo dia suka j-rocks, pasti dia juga suka band jepang, tapi kalo suka band jepang belum tentu suka J-rocks =P. yaudah... dia sekarang di Universitas Ahmad Dahlan Jogja
Sani si tomboy tapi feminim dari padang yang bangga banget sama kampusnya AMIKOM, mahasiswa yang baik. Satu yang gw inget banget, waktu SMA kan pernah wali kelas gw tanya "Disini ada ngga yang dari luar jawa?"
dia angkat tangan.
guru gw tanya lagi,"Dari mana kamu?"
dia jawab, "Padang pak!"
guru gw bilang lagi, "Oh, sejak kapan di Temanggung"
dan tau jawabannya?? dia jawab dengan lantang "SEJAK LAHIR" dan emang dar lahir sampe segedhe ini dia di pulau jawa selalu -_-. oke, yang dimaksud guru gw adalah DOMISILI tapi si Sani ngeh nya SUKU.
Evi yang sering bikin muka aneh dan dia manusia paling aneh yang gw tau pernah dan masih hidup di dunia ini. Saking anehnya, gw sampe ga bisa jelasin dah. Dia satu kampus dan satu jurusan sama Rina. Yang gw inget, dia paling pinter pas SMA dulu.
Eka temen sebangku gw dari kelas 2 SMA sampe kelas 3 SMA. Partner mesum gw, dan dia yang paling sejalur sama gw kalo soal mesum. selera kita sama. Dia paling deket sama gw, kemana-mana sama gw, dia juga paling sering nginep di rumah gw.
Arum yang sempet jadi adik kelas cowok gw, di Hubungan Internasional UPN, tapi dia keluar semester ini dan berencana pindah ke Solo, ngambil Fisoterapi. Sialaaan~~ gw dulu waktu SMA ngebet banget pengen masuk itu, tapi ga jadi dan malah nyasar masuk Seni Rupa (Alhamdulillah).
gw (yang paling ganteng), Arum, Evi, Eka. yang bawah Mega, Sani, Rina, Novi
Lain lagi, sohib gw yang di Jogja... Semua berawal dari sebuah toko buku terkenal, sebut saja namanya Gramedia Jogja (emang) disana, gw beli buku novel warna hitam judulnya Catatan Zeffy. Kenapa gw beli? Soalnya covernya ITEM. pas gw baca-baca... oke juga. Pas gw liat profil penulisnya, ehm, edan, ganteng euy, ada alamat FB nya, yasudlah gw add aja.
berbulan-bulan setelah itu, tengah malam, gw menjelang UN SMA, si penulis novel itu, Rif'an, dia ngechat gw. Yasudlah, abis ngobrol-ngobrol gaje, dia ngangkat gw sebagai muridnya (soalnya, pada dasarnya gw suka nulis juga dari kecil, cuma MALES *penyakit lama*)
Hari demi hari gw abisin dengan SMS an sama dia dan malemnya telpun-telpunan sama dia sampe pagi. Untungnya, jam tidur gw waktu itu emang beda, gw bobo jam 7 malem dan bangun jam 1 dini hari dan dia yang setia nemenin gw.
Rif'an Binar Nusantara, gw ngga ngomongin soal umur ya, tapi dia orang paling awet muda yang gw kenal. Entah dia yang awet muda atau gw yang cepet tua, gw ngga tau. Gw selalu bertanya-tanya kenapa banyak cewek yang mau ngelakuin apa aja buat ngejar-ngejar dia. Gw liat lagi... dia penulis yang udah punya nama, putih, tinggi, ganteng, supel. tapi, ga sampe segitunya juga kali =____=a dan entah kenapa, setiap kali gw foto dia, dia selalu lagi pasang muka aneh 0(>.< )( >.<)0
Dhanes sama Rif'an (tuh kan, aneh =P )
Dari Rif'an gw kenal sama Dhanes, dia murid Rif'an yang pertama (gw yang kedua) dan Dhanes berjasa besar dalam menentukan masa depan gw. Kalo aja dia ngga nyewain kost-an nya buat gw tinggal selama SNMPTN, mungkin gw pas SNMPTN udah bikin tenda di depan ruang ujian dan belum tentu keterima juga soalnya, pas malemnya dia sempet ngajarin gw ekonomi sama bahasa inggris dan KELUAR SEMUA. *sembah sungkem*. Dia mesum sangat, tapi di satu waktu dia bisa diandelin kalo buat mecahin maasalah, gw dekeeettt sama dia gara-gara kadang mesum kita sama. HIDUP MESUUM!! Ah, dia punya cewek, namanya Amanda dia juga deket sama gw akhir-akhir ini, soalnya gw berasa punya dua kakak cewek sama cowok. Tapi, gw baru sekalli ketemu dia, tupun dia betee banget gara-gara gw iseng manas-manasin dia *gomen ne*
Abis itu, gw kenal sama Ryandaru Wicaksono a.k.a Yuki Hiroshi. sebenernya, pas awal gw kenal sama Rif;an, dia udah sering cerita soal Yuki, tapi gw belum jodoh kali ya. Gw baru kenal pas gw awal kuliah, waktu Rif'an ngebentuk grup Fiksi Berkala. Gw sempet di wanti-wanti sama Rif'an kalo dia ini orangnya dingin, jadi gw ati-ati banget waktu nagajakin dia kenalan. dan ternyataa....
hari kedua gw kenal dia, dia bilang, "Aku mau kok yaoian ASAL SAMA KAMU" pas gw bilang gw fujoshi. oke, dingin gimana cobaa? dia ngebales sms aja panjaaaaangg banget udah kayak kereta. Akhirnya, gw yaoian sama dia, gw pura-pura jadi cowok dan dia emang cowok. Pas banget kan, gw cewek tapi banyak yang bialng gw ganteng, sementara dia cowok beneran tapi sering dikira cewek gara-gara cantik. Lama-lama, dia bilang dia sayang sama gw, gw mikir, dia sayang gara-gara ya dia kan Uke gw dan gw Seme dia, gw masih biasa aja. Sampe suatu hari, dia bilang kalo dia beneran sayang sama gw..bukan cuma becandaan...
sembilan bulan kemudian,lahirlah anak kami gw gw jadian sama dia (Akhiiirrrrnyaaaaaaa~~). Gw sayang banget sama dia, bahkan kalo di bandingin sama mantan-mantan gw, gw niat banget dah pacaran sama ini orang. Ada semacam keyakinan di hati gw yang bilang, 'nah! ini dia orangnya!' yah, semoga aja keyakinan ini bisa terwujud.
gw sama Yuki (mas...minta mas....)
terus, gw kenal mas Risang, dia satu-satunya orang yang gw panggil MAS! Dia dosen disebuah institusi yang akan menjadi Universitas =P. Intinya, biarpun dosen, tapi universitasnya belon jadi >.<. pinterr banget. Gw cengok kalo dia udah ngomong sama Yuki, udah deh berasa dunia milik mereka berdua, yang lainnya numpang ngekost.
Rif'an sama mas Risang
Untungnya, gw disisain satu sohib disini, namanya Meunik Septia Dewi a.k.a Nodt, dia kuliah di Unikom yang jaraknya deket dari kampus gw. gw pengen pamer muka orangnya, tapi gw takut diamuk gara-gara menyalahi hak cipta -___-. dia orang yang selalu gw rindukan, kamar kostnya. soalnya, kamarnya pewe banget dah. Gw sering ngendon disana sampe dia sumpek sendiri, soalnya ga peduli si Nodt ada atau ngga, yang penting kamarnyaa *jahat tapi itulah realita nak*
It's all about my friends. How about you? *iklan*
Dan lagu pertama yang gw pelajari adalah... Peterpan-Semua tentang kita. Jujur aja, sebenernya ini bukan lagu yang pengen gw bisa kalaupun gw belajar main musik, soalnya tiap denger lagu ini, gw bisa mewek, tapi apa daya... si mpok Nida yang ngajarin gw ngasi kurikulum begitu. Padahal tiap denger lagu ini, gw jadi keinget sohib-sohib gw, keluarga gw, pacar gw, masa depan gw...dan tugas gw.
Gw punya banyak banget sohib, efek dari kebiasaan gw yang kayak manusia purba: idup nomaden dan hobby ngebolang. Tapi, yang gw pengen banget ada disini sekarang, cuma anak-anak Cherish sama sohib gw di Jogja.
Mega yang banyak bego nya daripada benernya. Gw ga ngerti kenapa ada orang kayak dia. Dia sekarang kuliah di Unnes dan nyasar masuk Pendidikan Ekonomi gara-gara gw. Dia minta gw ngisi pilihan penjurusan di tes SNMPTN, ya gw isi ngawur kan...eh, malah keterima =___=a Bukan salah ibu mengandung.
Novi yang sekarang kuliah jurusan dukun...bayi. Kadang, ada masa dimana gw males buka beranda FB gara-gara satu halaman penuh, dari atas sampe bawah isinya status dia semua. Gw pernah mikir, jangan-jangan smeua temen gw ngeremove gw dan cuma nyisain dia doang. ternyata...
Rina si J-rockstar dan pecinta visual kei, teman sealiran. Gw nget tuh, dia keracunan visual kei gara-gara gw juga. Gw tau dia suka j-rocks waktu upacara, dia berdiri di sebelah gw dan nyanyi lagunya j-rocks yang ga begitu terkenal kecuali lo punya albumnya. gw mikir, kalo dia suka j-rocks, pasti dia juga suka band jepang, tapi kalo suka band jepang belum tentu suka J-rocks =P. yaudah... dia sekarang di Universitas Ahmad Dahlan Jogja
Sani si tomboy tapi feminim dari padang yang bangga banget sama kampusnya AMIKOM, mahasiswa yang baik. Satu yang gw inget banget, waktu SMA kan pernah wali kelas gw tanya "Disini ada ngga yang dari luar jawa?"
dia angkat tangan.
guru gw tanya lagi,"Dari mana kamu?"
dia jawab, "Padang pak!"
guru gw bilang lagi, "Oh, sejak kapan di Temanggung"
dan tau jawabannya?? dia jawab dengan lantang "SEJAK LAHIR" dan emang dar lahir sampe segedhe ini dia di pulau jawa selalu -_-. oke, yang dimaksud guru gw adalah DOMISILI tapi si Sani ngeh nya SUKU.
Evi yang sering bikin muka aneh dan dia manusia paling aneh yang gw tau pernah dan masih hidup di dunia ini. Saking anehnya, gw sampe ga bisa jelasin dah. Dia satu kampus dan satu jurusan sama Rina. Yang gw inget, dia paling pinter pas SMA dulu.
Eka temen sebangku gw dari kelas 2 SMA sampe kelas 3 SMA. Partner mesum gw, dan dia yang paling sejalur sama gw kalo soal mesum. selera kita sama. Dia paling deket sama gw, kemana-mana sama gw, dia juga paling sering nginep di rumah gw.
Arum yang sempet jadi adik kelas cowok gw, di Hubungan Internasional UPN, tapi dia keluar semester ini dan berencana pindah ke Solo, ngambil Fisoterapi. Sialaaan~~ gw dulu waktu SMA ngebet banget pengen masuk itu, tapi ga jadi dan malah nyasar masuk Seni Rupa (Alhamdulillah).
gw (yang paling ganteng), Arum, Evi, Eka. yang bawah Mega, Sani, Rina, Novi
Lain lagi, sohib gw yang di Jogja... Semua berawal dari sebuah toko buku terkenal, sebut saja namanya Gramedia Jogja (emang) disana, gw beli buku novel warna hitam judulnya Catatan Zeffy. Kenapa gw beli? Soalnya covernya ITEM. pas gw baca-baca... oke juga. Pas gw liat profil penulisnya, ehm, edan, ganteng euy, ada alamat FB nya, yasudlah gw add aja.
berbulan-bulan setelah itu, tengah malam, gw menjelang UN SMA, si penulis novel itu, Rif'an, dia ngechat gw. Yasudlah, abis ngobrol-ngobrol gaje, dia ngangkat gw sebagai muridnya (soalnya, pada dasarnya gw suka nulis juga dari kecil, cuma MALES *penyakit lama*)
Hari demi hari gw abisin dengan SMS an sama dia dan malemnya telpun-telpunan sama dia sampe pagi. Untungnya, jam tidur gw waktu itu emang beda, gw bobo jam 7 malem dan bangun jam 1 dini hari dan dia yang setia nemenin gw.
Rif'an Binar Nusantara, gw ngga ngomongin soal umur ya, tapi dia orang paling awet muda yang gw kenal. Entah dia yang awet muda atau gw yang cepet tua, gw ngga tau. Gw selalu bertanya-tanya kenapa banyak cewek yang mau ngelakuin apa aja buat ngejar-ngejar dia. Gw liat lagi... dia penulis yang udah punya nama, putih, tinggi, ganteng, supel. tapi, ga sampe segitunya juga kali =____=a dan entah kenapa, setiap kali gw foto dia, dia selalu lagi pasang muka aneh 0(>.< )( >.<)0
Dhanes sama Rif'an (tuh kan, aneh =P )
Dari Rif'an gw kenal sama Dhanes, dia murid Rif'an yang pertama (gw yang kedua) dan Dhanes berjasa besar dalam menentukan masa depan gw. Kalo aja dia ngga nyewain kost-an nya buat gw tinggal selama SNMPTN, mungkin gw pas SNMPTN udah bikin tenda di depan ruang ujian dan belum tentu keterima juga soalnya, pas malemnya dia sempet ngajarin gw ekonomi sama bahasa inggris dan KELUAR SEMUA. *sembah sungkem*. Dia mesum sangat, tapi di satu waktu dia bisa diandelin kalo buat mecahin maasalah, gw dekeeettt sama dia gara-gara kadang mesum kita sama. HIDUP MESUUM!! Ah, dia punya cewek, namanya Amanda dia juga deket sama gw akhir-akhir ini, soalnya gw berasa punya dua kakak cewek sama cowok. Tapi, gw baru sekalli ketemu dia, tupun dia betee banget gara-gara gw iseng manas-manasin dia *gomen ne*
Abis itu, gw kenal sama Ryandaru Wicaksono a.k.a Yuki Hiroshi. sebenernya, pas awal gw kenal sama Rif;an, dia udah sering cerita soal Yuki, tapi gw belum jodoh kali ya. Gw baru kenal pas gw awal kuliah, waktu Rif'an ngebentuk grup Fiksi Berkala. Gw sempet di wanti-wanti sama Rif'an kalo dia ini orangnya dingin, jadi gw ati-ati banget waktu nagajakin dia kenalan. dan ternyataa....
hari kedua gw kenal dia, dia bilang, "Aku mau kok yaoian ASAL SAMA KAMU" pas gw bilang gw fujoshi. oke, dingin gimana cobaa? dia ngebales sms aja panjaaaaangg banget udah kayak kereta. Akhirnya, gw yaoian sama dia, gw pura-pura jadi cowok dan dia emang cowok. Pas banget kan, gw cewek tapi banyak yang bialng gw ganteng, sementara dia cowok beneran tapi sering dikira cewek gara-gara cantik. Lama-lama, dia bilang dia sayang sama gw, gw mikir, dia sayang gara-gara ya dia kan Uke gw dan gw Seme dia, gw masih biasa aja. Sampe suatu hari, dia bilang kalo dia beneran sayang sama gw..bukan cuma becandaan...
sembilan bulan kemudian,
gw sama Yuki (mas...minta mas....)
terus, gw kenal mas Risang, dia satu-satunya orang yang gw panggil MAS! Dia dosen disebuah institusi yang akan menjadi Universitas =P. Intinya, biarpun dosen, tapi universitasnya belon jadi >.<. pinterr banget. Gw cengok kalo dia udah ngomong sama Yuki, udah deh berasa dunia milik mereka berdua, yang lainnya numpang ngekost.
Rif'an sama mas Risang
Untungnya, gw disisain satu sohib disini, namanya Meunik Septia Dewi a.k.a Nodt, dia kuliah di Unikom yang jaraknya deket dari kampus gw. gw pengen pamer muka orangnya, tapi gw takut diamuk gara-gara menyalahi hak cipta -___-. dia orang yang selalu gw rindukan, kamar kostnya. soalnya, kamarnya pewe banget dah. Gw sering ngendon disana sampe dia sumpek sendiri, soalnya ga peduli si Nodt ada atau ngga, yang penting kamarnyaa *jahat tapi itulah realita nak*
It's all about my friends. How about you? *iklan*
Rabu, 13 April 2011
les privat bareng anak V-kei
genre : ga jelas-pengetahuan *???*
chara: arisu plus diriku
pairing: ga ada kayaknya..
*ini semata-mata buah kestressan-ku kebanyakan belajar buat ujian*
Disuatu hari nan cerah, Tora udah siap stand by di depan pintu apato-nya sambil bawa buku absen. hari ini, dia udah menitahkan buat semua temen-temennya ngajarin akai, adik Tora, buat ujian.
Kai dateng paling dulu *ngebet banget ngajarin gw ni orang*.
Tora : adikku, ini, abang datengin bang kai...
kai : Tor! lo manggil nya gak enak banget sih!! *protes, ga terima dipanggil bangkai*
tora : yowes, bang uke... belajar yang bener ya, nak..*nepuk2 kepala akai*
kai : oke,, jadi.. kita belajar tentang.... nilai oktan *buka2 buku kimia di meja*
akai : oke... *jadi agak semangat ngeliat dua makhluk menyilaukan didepannya*
kai : jadi... umpamain aja, nilai oktan tuh perasaan cinta gw ke lo. trus kandungan jelaga tuh perasaan cinta gw ke reita-chan... semakin tinggi cinta gw ke elo, semakin rendah cinta gw ke reita-chan..soalnya gw udah punya elo. dan, itu berarti, mutu-nya juga makin bagus.
akai : hah?
kai : iya, ka kalo gw udah cinta sama elo, ngapain gw juga cinta ama reita-chan. makanya, lo jadian aja ama gw. ya? ya? ya?
tora : *tendang kai keluar* gw minta elo buat ngajrin adek gw! bukan buat ngerayu!!!!
yang dateng kedua, saga-chii..
saga : *diem*
akai : kok diem? bukannya loe mau ngajarin gw mathe?
saga : udahlah, lo kerjain dulu aja soal yang ada....
akai : oke... *bercumbu dengan kumpulan soal sambil diliatin sama saga-chii*
beberapa menit kemudian...
akai : saga-chii,, gw ga bisa yang ini nih... *nyodorin soal limit trigonometri*
saga : lo ga bisa? *ngeliatin soal dengan serius*
akai : *ngangguk*
saga : loe aja ga bisa! apalagi gw! gw mana ngerti yang beginian... *nyengir gaje*
tora : *ngusir saga* GW KAN BILANG! YANG BEGO KAGA BOLE DATENG!!!
yang dateng ketiga, shou-nyan...
shou : hoi! kai! semangat ya!
akai : shou-nyan~~ mau ngajarin apa nih?
shou : gw pinter di sejarah...
akai : tapi pan gw kaga ada ujian sejarah. adanya mathe, bio, kimia, fisika, indo ama inggris
shou : *mikir* yaudah..klo gitu, gini aja... apa yang paling lo ga bisa?
akai : semua...
shou : *shock* gw ajarin biologi aja dah... apa yang loe ga bisa?
akai : reproduksi! *ngarep, sapa tau diajarin prakteknya ama shou-nyan*
shou : gw terangin terjadinya manusia aja yak...
akai : oke lah...
shou: jadi, dulu, tengah malam gw dan 400juta shou lainnya keluar melalui uretra bareng sama cairan yang dihasilkan kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. ini namanya mani. pas bapak gw main uler-uleran ama emak gw, gw ngeliat ada pintu yang terbuka lebar, kereta yang gw tumpangin masuk kesitu. trus gw keluar.
akai : oh, sejarah waktu lo masih jadi sperma?
shou : ho'oh..lanjut?
akai : ok... *nyimak baik-baik*
shou : nah, di dalem ruangan yang namanya tuba falopii, gw ketemu sama cewek cakep, namanya ovum. gw kawinin dah..lahirlah zigot.
akai :lha..bukannya loe masih sperma? kok bisa?
shou : perumpamaan. lanjut. zigot, ntar membelah terus sampe yang ke 32 namanya morula. nah, morula ntar kalo udah remaja, dia ganti nama panggung, jadi blastoit. sampe sini mudeng?
akai : ho'oh..mendinglah, daripada dua orang sebelumnya...*lirik saga-kai*
shou : gw umpamain, blastoit tuh shou. karena shou bosen didalem situ seminggu, akhirnya dia nginep di rumahnya uterus. disana, tiap hari dia cuma dikasih makan uterin milk. seminggu ga aman, akhirnya, dateng trofoblas dia jadi body guardnya shou dan ngeluarin jurus hormon korionik gonadotropin. dambil dijaga ama benteng. lo pernah liat kungfu shiolin?
akai: pernah..
shou: nah, shou ngerasa ga enak di lindungin terus. jadi, dia berguru sama eksoderm, mesoderm sama endoderm yang biasa jaga gerbang. semua bagian tubuh shou dirombak dan dibentuk sama mereka bertiga. setelah kuat dan sempurna, dengan berbekal mantel plasenta dari blastoit, akhirnya, gerbang itu terbuka lagi. dan..taraa,,,, lahirlah shou-nyan...
akai : ehehehe *nyengir gaje*. yasudlah,,walaupun bingung, tapi, sankyuu ya shou-nyan...
shou: hehe... sipp dah..apa sih yang ngga buat ade ipar gw? *towel2 pipi akai* yoweslah, aku mau praktekin dulu yak ama abng lo.. *ngirim kode2 siap tempur ke tora* belajar yang rajin ya dek...
akai : oke...
tora : ntar gw panggil yang laen. lo belajar sendiri dulu... *peluk shou, siap2 masuk kamar*
akai : he'e...
tora: kalo lo masi ga mudeng, ntar ikut masuk aja... ebih gampang kalo lliat praktiknya langsung... jyaaa~~~ *BLAMM... nutup pintu kamar dengan penuh napsu*
owari..
sangat gaje~muga2 aku gak salah nulis shou ama kai pas ujian besok. amin...
chara: arisu plus diriku
pairing: ga ada kayaknya..
*ini semata-mata buah kestressan-ku kebanyakan belajar buat ujian*
Disuatu hari nan cerah, Tora udah siap stand by di depan pintu apato-nya sambil bawa buku absen. hari ini, dia udah menitahkan buat semua temen-temennya ngajarin akai, adik Tora, buat ujian.
Kai dateng paling dulu *ngebet banget ngajarin gw ni orang*.
Tora : adikku, ini, abang datengin bang kai...
kai : Tor! lo manggil nya gak enak banget sih!! *protes, ga terima dipanggil bangkai*
tora : yowes, bang uke... belajar yang bener ya, nak..*nepuk2 kepala akai*
kai : oke,, jadi.. kita belajar tentang.... nilai oktan *buka2 buku kimia di meja*
akai : oke... *jadi agak semangat ngeliat dua makhluk menyilaukan didepannya*
kai : jadi... umpamain aja, nilai oktan tuh perasaan cinta gw ke lo. trus kandungan jelaga tuh perasaan cinta gw ke reita-chan... semakin tinggi cinta gw ke elo, semakin rendah cinta gw ke reita-chan..soalnya gw udah punya elo. dan, itu berarti, mutu-nya juga makin bagus.
akai : hah?
kai : iya, ka kalo gw udah cinta sama elo, ngapain gw juga cinta ama reita-chan. makanya, lo jadian aja ama gw. ya? ya? ya?
tora : *tendang kai keluar* gw minta elo buat ngajrin adek gw! bukan buat ngerayu!!!!
yang dateng kedua, saga-chii..
saga : *diem*
akai : kok diem? bukannya loe mau ngajarin gw mathe?
saga : udahlah, lo kerjain dulu aja soal yang ada....
akai : oke... *bercumbu dengan kumpulan soal sambil diliatin sama saga-chii*
beberapa menit kemudian...
akai : saga-chii,, gw ga bisa yang ini nih... *nyodorin soal limit trigonometri*
saga : lo ga bisa? *ngeliatin soal dengan serius*
akai : *ngangguk*
saga : loe aja ga bisa! apalagi gw! gw mana ngerti yang beginian... *nyengir gaje*
tora : *ngusir saga* GW KAN BILANG! YANG BEGO KAGA BOLE DATENG!!!
yang dateng ketiga, shou-nyan...
shou : hoi! kai! semangat ya!
akai : shou-nyan~~ mau ngajarin apa nih?
shou : gw pinter di sejarah...
akai : tapi pan gw kaga ada ujian sejarah. adanya mathe, bio, kimia, fisika, indo ama inggris
shou : *mikir* yaudah..klo gitu, gini aja... apa yang paling lo ga bisa?
akai : semua...
shou : *shock* gw ajarin biologi aja dah... apa yang loe ga bisa?
akai : reproduksi! *ngarep, sapa tau diajarin prakteknya ama shou-nyan*
shou : gw terangin terjadinya manusia aja yak...
akai : oke lah...
shou: jadi, dulu, tengah malam gw dan 400juta shou lainnya keluar melalui uretra bareng sama cairan yang dihasilkan kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. ini namanya mani. pas bapak gw main uler-uleran ama emak gw, gw ngeliat ada pintu yang terbuka lebar, kereta yang gw tumpangin masuk kesitu. trus gw keluar.
akai : oh, sejarah waktu lo masih jadi sperma?
shou : ho'oh..lanjut?
akai : ok... *nyimak baik-baik*
shou : nah, di dalem ruangan yang namanya tuba falopii, gw ketemu sama cewek cakep, namanya ovum. gw kawinin dah..lahirlah zigot.
akai :lha..bukannya loe masih sperma? kok bisa?
shou : perumpamaan. lanjut. zigot, ntar membelah terus sampe yang ke 32 namanya morula. nah, morula ntar kalo udah remaja, dia ganti nama panggung, jadi blastoit. sampe sini mudeng?
akai : ho'oh..mendinglah, daripada dua orang sebelumnya...*lirik saga-kai*
shou : gw umpamain, blastoit tuh shou. karena shou bosen didalem situ seminggu, akhirnya dia nginep di rumahnya uterus. disana, tiap hari dia cuma dikasih makan uterin milk. seminggu ga aman, akhirnya, dateng trofoblas dia jadi body guardnya shou dan ngeluarin jurus hormon korionik gonadotropin. dambil dijaga ama benteng. lo pernah liat kungfu shiolin?
akai: pernah..
shou: nah, shou ngerasa ga enak di lindungin terus. jadi, dia berguru sama eksoderm, mesoderm sama endoderm yang biasa jaga gerbang. semua bagian tubuh shou dirombak dan dibentuk sama mereka bertiga. setelah kuat dan sempurna, dengan berbekal mantel plasenta dari blastoit, akhirnya, gerbang itu terbuka lagi. dan..taraa,,,, lahirlah shou-nyan...
akai : ehehehe *nyengir gaje*. yasudlah,,walaupun bingung, tapi, sankyuu ya shou-nyan...
shou: hehe... sipp dah..apa sih yang ngga buat ade ipar gw? *towel2 pipi akai* yoweslah, aku mau praktekin dulu yak ama abng lo.. *ngirim kode2 siap tempur ke tora* belajar yang rajin ya dek...
akai : oke...
tora : ntar gw panggil yang laen. lo belajar sendiri dulu... *peluk shou, siap2 masuk kamar*
akai : he'e...
tora: kalo lo masi ga mudeng, ntar ikut masuk aja... ebih gampang kalo lliat praktiknya langsung... jyaaa~~~ *BLAMM... nutup pintu kamar dengan penuh napsu*
owari..
sangat gaje~muga2 aku gak salah nulis shou ama kai pas ujian besok. amin...
Langganan:
Postingan (Atom)


